Sesama Muslim Adalah Saudara

Jumat, 23 September 2016

YANG PUNYA HATI LUANG KAN WAKTU ANDA SATU 1 MENIT UNTUK MEMBACA DAN SHARE.. MOHON BANTU DO'A BUAT SAUDARA KITA YANG DILANDA MUSIBAH BANJIRBANDANG DI GARUT,, SEMOGA MEREKA DI BERI KETABAHAN, AMIINN..

Di Satu RW Saja Ditemukan 22 Jenazah Korban Banjir Bandang Garut 
Situasi di Garut, Rabu (21/9/2016), sesudah banjir yang menempa mulai sejak Selasa (20/9/2016). 
Berkaitan 
Korban Banjir Bandang di Garut Bertambah, 20 Orang Meninggal Dunia dan 14 Orang Hilang BNPB : Banjir Bandang di Garut lantaran Rusaknya Daerah Aliran Sungai Cimanuk Banjir Garut, Menteri ATR/BPN Singgung Peran Pemerintah Daerah masalah Peta Riskan Bencana BPBD : Banjir di Garut Disangka Akibat Rusaknya Alam di Hulu Sungai Gubernur Jawa barat Minta Semuanya Pihak Fokus pada Perlakuan Korban Banjir di Garut Pasca-banjir Bandang di Garut, 1. 467 Tempat tinggal Gelap Gulita Gubernur Jawa barat Bakal Investigasi Penyebabnya Banjir Bandang di Garut 
GARUT, KOMPAS. com - Kampung Bojong Sudika, RW 19, Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, adalah satu diantara titik terparah diserang banjir bandang. 

Di tempat padat masyarakat itu di ketahui sejumlah 160 rumah porak poranda, 22 korban meninggal dunia diketemukan dan 8 orang hilang sampai Rabu (21/9/2016) malam. 

 " Bojong Sudika satu RW disini. Nyaris beberapa besar tempat tinggal terendam banjir. Rumah rusak 160 tempat tinggal yang demikian dekat dengan Sungai Cimanuk. Beberapa 22 jenazah diketemukan dari sini sampai ke Bendungan Copong, " terang Roni (42), satu diantara warga setempat, Rabu (21/9/2016) malam. 


Kampung ini berlokasi masihlah di tempat perkotaan yang dilintasi Sungai Cimanuk. Sungai ini tempatnya


membelah tempat perkotaan Garut, salah satu daerahnya lewat Kampung Bojong Sudika.

Sampai Rabu malam ini di tempat itu masihlah dipadati 
pengungsi yang rumahnya rusak. 

 " Apabila warga di sini lebih tentukan mengungsi di sini saja. Apabila ditempat lain kan ada juga korban meninggalnya, " kata dia. 

Hal sama ditambahkan Agus (34), warga Kampung Bojong Sudika yang lain. Saat peristiwa malam kemarin, air menggenangi perumahan warga setinggi empat mtr.. Walau sebenarnya perumahan itu tempatnya jauh dari sungai itu. 

 " Apabila di rumah warga yang hancur pasti kian lebih empat mtr., " lebih dia. 

Sementara itu, sesuai sama info dari tim identifikasi yang ada di Rumah Sakit Guntur TNI AD, jenazah korban bencana banjir yang terdata sejumlah 23 orang dan 22 orang belum diketemukan. Data itu terdaftar sampai malam ini sekitaran jam 22. 00 WIB. 


 " Korban peluang jadi tambah, hingga saat ini tercatat 45 orang. 23 orang di kenali meninggal sesudah diketemukan tim evakuasi dan 22 korban dilaporkan masih tetap dalam pencarian, " terang dokter polisi dari Polres Garut, Endah Krisnawati, Rabu malam. 

Hingga berita ini di turunkan belum bisa di pastikan jumlah tentu korban meninggal dunia akibat bencana banjir di Garut. Terlebih info warga yang merasa kehilangan sanak saudara dan tetangganya masih tetap didata oleh pemerintah setempat. 


GARUT, KOMPAS. com

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

0 komentar:

Posting Komentar