Assalamualaikum wr wb. Saya seorang anak bungsu dari empat bersaudara.
Kedua orang tua telah wafat, sementara saat beliau hidup saya merasa
belum maksimal dalam berbakti. Bagaimana caranya supaya saya tetap bisa
berbakti kepada kedua orang tua saya yang telah tiada itu. Sekian.
Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh
Ada beragam cara yang bisa dilakukan seorang anak terhadap orang tuanya
yang telah meninggal dunia. Pada intinya, berbuat baik (al bir) kepada
orang tua tidak berakhir dengan wafatnya kedua orang tua kita. Mendoakan
orang tua, memohonkan ampunan atas dosa-dosanya kepada Allah Swt,
menepati janji dan nadzar keduanya, memelihara silaturahim dengan
sahabat keduanya, dan menziarahi kubur keduanya termasuk amalan-amalan
yang dikategorikan sebagai al-bir kepada orang tua yang telah meninggal
dunia.
Mendoakan, menepati janji dan nadzar Orang Tua
Abi Asied bin Malik bin Rabi’ah As Sa’idi berkata: “Ketika kami sedang
duduk-duduk di Majelis Rasulullah Saw, tiba-tiba ada seorang dari Bani
Salamah bertanya: ‘Ya Rasulullah, apakah sesudah ibu-bapakku meninggal
dunia, masih ada sisa bakti yang dapat aku persembahkan kepada
keduanya...?”
Baginda Saw mengangguk, mengiyakan dan bersabda: “Ya, dengan jalan
mengirimkan doa untuk keduanya, memohonkan ampun, menepati janji dan
nadzar yang pernah diikrarkan ibu-bapakmu, memelihara hubungan
silaturahiim dan memuliakan sahabat keduanya.” (HR. Abu Daud, Ibnu
Majah, dan Ibnu Habban dalam Shahih-nya)
Dari Anas bin Malik,ra, katanya Rasulullah saw bersabda: “Sungguh
seorang hamba ditinggal pergi oleh salah seorang atau oleh kedua
ibu-bapaknya, sedang dia dalam keadaan durhaka. Namun sang anak
senantiasa berdoa dan memohonkan ampun bagi keduanya, sehingga Allah
menetapkannya sebagai anak yang berbakti kepada orang tuanya.” (HR.
Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman)
Dalam hadits yang lain dikatakan: “Permohonan ampun seorang anak untuk
ayahnya sesudah meninggal dunia, termasuk baktinya.” (HR. Ibnu Najjar,
dikisahkan oleh Malik bin Zurarah ra.)
Dibawakan oleh Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Sungguh
seseorang dapat naik kelasnya di surga!”, lalu ia bertanya keheranan:
“Ya Rasulullah, darimana saya mendapatkan tempat setinggi itu?”, lalu
Rasul menjawab: “Dengan permohonan ampun anakmu untuk dirimu.” (HR.
Ahmad, Ibnu Majah, dan Al-Baihaqi).
Dari Ibnu Umar ra, Rasulullah Saw pernah bersabda: “Apabila anak Adam
meninggal dunia, terputuslah segala amal perbuatannya, kecuali dari tiga
sumber: Sedekah Jariyah, ilmu yang dimanfaatkan orang, atau anak shaleh
yang mendoakannya.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, dan Abu Daud)
Membina Hubungan Baik dengan Kawan Ibu-Bapak
“Saya datang ke Madinah, kata Abu Burdah ra, lalu Abdullah bin Umar ra
datang menemui saya seraya bertanya: “Tahukah engkau mengapa saya
menemuimu?” “Tidak”, jawabku dengan jujur. Lalu ia menjelaskan: “Aku
mendengar Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang ingin berhubungan dengan
ayahnya yang telah wafat, hendaknya dia menghubungi kenalan dan
saudara-saudar ayahnya, sesudah ayahnya meninggal”. Kebetulan antara
Umar ayahku, dan ayahmu terjalin persaudaraan yang akrab sekali, maka
saya ingin melanjutkan hubungan baik itu” (HR. Abdur Razzaq dan Ibnu
Habban dalam Shahih-nya)
Dikisahkan oleh Abdullah bin Dinar, dari Abdullah bin Umar ra, bahwa ada
seorang Badui yang dijumpainya di jalan di kota Makkah. Abdullah bin
Umar mengucapkan salam kepadanya, menyuruhnya menaiki keledainya, dan
mengenakan sorban yang dipakainya kepada orang Badui itu. Ibnu Dinar
berkata kepada Ibnu Umar: “Allah akan mengganjar budi baikmu itu.
Orang-orang Badui itu telah menerima kebaikan, meski sedikit”. Lalu
Abdullah bin Umar berkata, “Aku berbuat begitu karena ayah orang itu
sangat akrab dengan ayahku Umar, dan saya pernah mendengar Rasulullah
bersabda: “Sesungguhnya bakti anak yang paling utama adalah hubungan
baik si anak dengan keluarga kawan baik ayahnya”. (HR. Muslim)
Berziarah ke Kubur Ibu-Bapak
Abu Hurairah ra, seorang sahabat Rasul Saw yang banyak hafal hadits
berkata, Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang berziarah ke kubur kedua
orang tuanya, atau salah seorang dari keduanya pada tiap hari Jumat,
maka dosanya akan diampuni Allah dan ia dinyatakan sebagai seorang anak
yang berbakti kepada kedua orang tuanya.” (HR. At-Thabrani dalam
Al-Ausath)
Muhammad bin Nu’man berkata, bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda:
“Barang siapa yang berziarah ke kubur kedua orang tuanya, atau salah
seorang dari keduanya, pada tiap hari Jumat, maka dosanya diampuni dan
dinyatakan sebagai anak yang berbakti.” (Dikeluarkan oleh Al-Baihaqi
dalam “Asy-Syu’ab” dan oleh Ibnu Dunya dalam “Al Qubur”).

0 komentar:
Posting Komentar